Senin, 07 November 2011

contoh resensi film


RESENSI  FILM
“Alangkah Lucunya (negeri ini)”

Oleh :
Nama : Ririn Ardilliyas Putri
Kelas : X b
No.Absen : 26        
SMA NEGERI 1 SEWON
2010/2011


Kata Pengantar
Segala puji hanya bagi Tuhan YME yang telah memberikan anugerah dan jalan kemudahan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas resensi film “Alangkah Lucunya (negeri ini)”yang diberikan oleh Ibu Imelda selaku Guru mata pelajaran Sosiologi SMA N 1 Sewon.
Terima kasih saya ucapkan kepada Ibu Guru pembimbing yang telah memberikan saya pandangan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini,terima kasih kepada Ayah dan Ibu yang telah memberikan fasilitas sehingga saya tidak mengalami hambatan fasilitas dalam mengerjakan tugas ini,terima kasih kepada semua pihak terlibat yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.



                                                                                                                                        













A.Tokoh yang terlibat dalam film  ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)

Sutradara: Deddy Mizwar (co-director: Aria Kusumadewa)
Skenario : Musfar Yasin
Pemain   : Reza Rahardian, Tika Bravani, Asrul Dahlan, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Miharja,Tio Pakusadewo








                  








B.Isi Ringkas Film
Film “Alangkah Lucunya (negeri ini) mengangkat  masalah-masalah sosial yang terjadi di negeri ini,dengan banyak faktor yang menjadi dasar penting dalam pembangunan bangsa yang juga sangat terkait dengan masalah sosial yang terjadi di sekitar kita.
Pada film ini,masalah sosial yang terjadi adalah suatu kriminalitas yang diambil oleh anak jalanan yang sebenarnya adalah generassi muda Indonesia sebagai sarana mereka meneruskan hidup karena suatu faktor kemiskinan dan faktor  kurangnya pendidikan yang membelenggu mereka sehingga terjerat dalam hidup kriminal.Miskin dan tidak berpendidikanlah yang menyebabkan mereka menjadi seorang pencopet.Mereka miskin,ya .. . itu berarti mereka dalam suatu ruang yang dipenuhi suatu keterbatasan dalam perkembangan dunia yang menjulang.Itu berarti mereka harus bekerja untuk dapat mengikuti perkembangan jaman yang relatif pesat.Tapi mereka tidak berpendidikan.Dalam suatu pekerjaan kita haruslah berpendidikan,minimal kita diharuskan bisa baca tulis.Tapi anak muda kita ini tidak mampu.Lalu terfikirkanlah “nyopet”,untung besar,tidak begitu mengandalkan pendidikan.Pernyataan itulah faktor yang menyebabkan mereka berprofesi sebagai pencopet.Namun ternyata ada faktor ekstern dari kemantapan mereka menjadi seorang pencopet,yaitu adanya orang yang lebih dewasa yang memperkerjakan mereka.
Hingga pada suatu hari mereka bertemu oleh seorang sarjana management yang pada saat itu tidak memiliki suatu pekerjaan namun sedang berusaha mencari pekerjaan.Dalam pertemuan itu mereka mengadakan suatu perjanjian yaitu belajar menjadi orang yang berpendidikan untuk lepas dari kemiskinan dengan pekerjaan yang lebih layak dan jauh dari kriminalitas yaitu sebagai seorang pedagang asongan.Setelah berhari-hari belajar mereka mendapatkan hasil untuk modal menjadi pedagang asongan.Profesi baru pun dimulai,namun belum lama menjalankan profesi baru yang jauh lebih layak dari pencopet ini,mereka malah diburu oleh para satpol pp karena mereka dianggap mengganggu lalulintas.Pada masalah ini mereka menentang tindakan yang diambil.Karena mengapa mereka harus merasa terganggu dengan suatu profesi yang memang dilakukan karena memang SDM yang terbatas,ketimbang dengan ulah para koruptor.Karena penentanganya itu,pada akhir cerita film ,ia ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi.


C.Resensi
Dari cerita yang dipaparkan lewat film tersebut,kita dapat melihat bahwa ternyata Pendidikan adalah suatu faktor yang sangat penting dan begitu terkait oleh kehidupan kita.Karena dengan pendidikan itulah kita bisa terhindar dari suatu kemiskinan.Saya mengatakan demikian karena jika dilihat dari film tersebut,dapat disimpulkan demikian :
Tidak adanya pendidikan
 
                                                                     
Pekerjaan tidak layak
 


Generasi bangsa yang memundurkan kwalitas bangsanya
kriminalitas
kemiskinan
         
                                                                                                           







Film tersebut memang benar-benar pas atas isi dan judulnya.Bagaimana tidak????Pada akhir ceritanya,ada penangkapan pedagang asongan.Padahal memang seperti itulah cara mereka bekerja dengan keterbatasan.Tapi ,,kenapa tidak dengan para koruptor??????Apa mereka takut dengan rakyat kecil yang menghabiskan dagangan mereka dengan ngasong????Daripada takut dengan orang-orang besar yang secara sembunyi-sembunyi mencoba menguras apa yang ada atas hak mereka.. . .
Apa yang terjadi di negeri ini????Seolah sila ke lima Pancasila,hanya menjadi suatu kiasan tanpa arti??Semua menjadi memiliki batas antara individu yang satu dengan individu yang lainya.Bagaimana tidak?”Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”tapi saya rasa semua itu tidak menjadikan dasar kehidupan yang selaras untuk manusia yang satu dengan yang lain.Seperti contoh yang diambil dalam film ini,penangkapan pedagang asongan yang dianggap mengganggu lalulintas dilakukan secara besar-besaran dan seperti menjadi suatu kewajiban,tapi di sisi lain,mereka malah membiarkan para koruptor berkeliaran,mungkin mungkin mereka akan berkata kita sudah berusaha,dan mungkin memang benar,tapi setidaknya mereka harus memperlihatkan usaha itu agar pedagang asongan tidak merasa terpojok dan terkucilkan atas pekerjaanya.Apa yang sebenarnya mereka fikirkan atas semua ini???
Apa mereka hanya menangkap orang-orang yang mereka anggap 100% bersalah dan dapat dilihat oleh mata mereka dalam kenyataanya???Apa mereka berpikir sebab-akibat hingga seseorang dalam film itu memutuskan untuk menjadi pedagang asongan??lalu apa jaminan yang mereka  berikan kepada rakyat yang menjadi pedagang asongan jika mereka mau meninggalkan pekerjaanya agar tidak mengganggu jalanya lalulintas.???Ya . ..itu biarlah menjadi PR tersendiri untuk pemerintah  kita.,












D.Kaitan Film dengan Nilai dan Norma yang telah dipelajari
Nilai dan norma merupakan satu kesatuan tolok ukur dan aturan dalam kehidupan manusia.Dua hal ini saling berikatan satu dengan yang lain yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainya.
Dalam film ini,kaitanya dengan nilai dan norma yang sudah dipelajari tentulah ada.Dalam film ini diceritakan tentang hal-hal yang mengacu kepada suatu hal yang kriminal yaitu mencuri dan itu salah satu kaitan suatu nilai yang ada pada setiap individu,karena nilai ikut berpengaruh pada perilaku seseorang.Mencuri,tentu saja hal ini telah menyimpang dari norma yang berlaku di lingkungan masyarakat kita.Dalam hal ini,penyimpangan  yang seperti ini bisa dikaitkan  dan masuk pada pelanggaran norma agama dan norma hukum.Karena dikatakan di dalam norma agama dan norma hukum itu sendiri aturan dimana kita dilarang untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain yang dalam film ini dicontohkan seperti mencuri.Tidak terbatas sampai disini,tentu saja jika kita melanggar suatu norma akan ada sanksi yang kita dapatkan,dalam film ini sanksi yang diberikan adalah hukuman penjara.Dan tentu saja disatu sisi mereka yang melanggar akan mendapatkan suatu perlakuan yang mungkin menjadi hukuman batin,yaitu dikucilkan.











Penutup
Puji syukur atas kehadiran Tuhan YME karena berkat kehadiraNya saya dapat menyelesaikan tugas ini.Terima kasih atas perhatian pembaca,semoga tugas ini dapat menjadi tambahan ilmu bagi kita semua.Kritik dan saran saya nantikan agar tugas saya ini dapat lebih sempurna nantinya.Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar